Pages

Tampilkan postingan dengan label karya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Mei 2012

Deta dimata Mita dan teman-temannya :)

Assalamualaikum sadayana, Mita disini . wohoooooooooooo hari jum'at hihi ga tau kenapa sering banget bikin postingan di hari jum'at ini yeaaaaaaah I LOVE FRIDAY :D #ThanksGodIt'sFriday

oke karna kemaren deta udah cerita panjang lebar tentang diri saya sekarang gentian saya yang bakal certain tentang Deta.
Ga nyangka dia bisa sebegitu kerennya punya ide bkin postingan tentang Saya hihi tadinya terharu tapi gagal gara-gara ngakak baca isi sama komen dari temen-temen saya.


Artwork yang saya bikin buat deta hihi rada cacad sih emang, ga mirip hahaha malahan lebih mirip kayak teh ninih =3=


Ya Deta Nur Fauziah , Saya udah lumayan lama kenal sama dia hampir setaun kurang pokoknya dari taun 2011 . ya berawal dari ketidaksengajaan sih sebenernya, lucu aja pertama kali kenal sama dia tapi langsung akrab, inget banget waktu itu dia telepon saya curhat panjang lebar hihi ngedenger suaranya lucu da sunda pisan euy
Mojang sunda dari tanah majalengka sih soalnya :p,
kalo jaman dulu orang punya sahabat pena yang suka tulis-tulisan surat lewat pos seiring perkembangan teknologi udah banyak bermunculan situs jejaring social kita jadi gampang banget ngegenggam dunia dalam arti kita bisa kenal banyak orang jika itu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya kita bisa menjalin persahabatan dimana saja, kapan aja sama siapa aja. Begitu juga dengan Saya dan deta. Kami bisa dibilang sahabat pena tapi dari dunia maya tentunya. Berawal dari facebook sekarang kita jadi deket dan senengnya Saya dan Deta punya kesukaan yang hampir 100% sama. Jadi asyik kalo diajak buat sharing atau pun curhat.

Sekedar curhat yang penting sampe ga penting sekalipun
Dari masalah pribadi sampe kegilaan demi kegilaan yang terjadi

Kesamaan Saya dan Deta adalah..........

Pertama kami sama-sama suka Korea
Kedua kami sama-sama Korean Wave
Ketiga kami sama-sama Suka drama korea wkwkwk sama aja ya
Keempat kami sama-sama suka Bondan Prakoso
Kelima kami sama-sama suka Synyster Gates
Keenam kami sama-sama suka Demi Lovato
Ketujuh kami sama-sama seorang peimajinasi hihi
Kedelapan kami sama-sama suka berimajinasi dengan kata-kata dalam artian kami sama-sama suku nulis
Kesembilan kami sama-sama Cat Lovers , miaaaaaaaaaaaaaw~
Kesepuluh kami sama-sama menyukai soundtrack drama korea yeeeeeeeaaaaaah
Daaaaaaaaaaaaan masih banyak lagi yang lainnya :D

Mungkin karena banyak kesamaan dalam diri kami, jadi Saya ngerasa klop banget deh sahabatan sama dia. Dan Alhamdulillah sampe sekarang kita gapernah yang namanya berantem *amit-amit yah jangan sampe*
Pokonya semoga Persahabatan kami selama-lama-lama-lamanyaaaaaaaaa~

Waktu awal-awal Saya dan Deta kenal, kita punya panggilan kesayangan loh hihi gamau kalah sama yang pacaran :p
Saya manggil dia Narji dan dia manggil Saya tukul wkwkwk odeng banget yak panggilannya.
Pokoknya kami sering ledek-ledekan satu sama lain tapi asiknya Kita sama-sama gapernah ada yang ngerasa tersinggung atau pun marah
Asik aja punya sahabat kayak Deta ya meskipun kita berbeda tempat dan kota hehe kalo yang pacaran punya istilah LDR (Long Distance Relationship) kalo LDF (Long Distance Friendship) wkwkwk Jarak Bogor-Majalengka ga kerasa loh, bahkan kita serasa saling berdekatan aja hihi

Ga kebayang kalo kita bener-bener deket, apalagi tetanggaan bakal kayak gimana jadinya haha segini aja udah rame banget . berasa kayak ga ada batasan jarak
Terimakasih Facebook , terima kasih twitter, Terima kasih Blog . terima kasih hape wkwkwk pokoknya terima kasih bangeeeeeeeeeet buat perkembangan teknologi yang bermanfaat sekali :D

Dan kami senantisa selalu menyelipkan sebuah doa sederhana , ya semoga suatu saat nanti Allah mengizinkan kami untuk bertemu , Aamiin

Dimata Saya,
Deta itu.........
Personil Ceribel yang baru :p wkwk



Rainbow Girl
Orenmania wkwk
Jung shin’s wife (kata dia mah :p)
Jang Geun Suk  lovers wkwk
Khuyun , sungmin , heechul super junior juga kesukaan deta
Orang nya asik , gilaaaaaaaaaaa :p
Enak diajak sharing
Karena dia suka pelangi ya karakternya unik macem-macem gitu kayak warna pelangi
Friendly
Kadang cerewet
Ramah
Baik
Supel
Ceria
Pokonya seru deh
Dan saya juga mengagumi sosok dia ada sesuatu hal yang benar-benar membuat saya kagum akan sosok pemberani dan ketangguhannya yang ada didalam dirinya

Nah saya juga sempat mengadakan observasi kecil-kecilan nanya ke temen-temen deta ya meski hanya sebatas dari pesan FB aja .Alhamdulillah dapet respon yang baik hihi
Nah berikut tanggapan mereka , dan khususnya Saya mau ngucapin makasih banyak banget buat yang mau bantu hihi :)
Komentar para teman-teman deta













Oh ya waktu itu saya juga sempet bikin karya tulis buat deta dan pernah saya post di catetan FB pada Sunday, November 6, 2011 at 4:14am , terlepas daripada itu bisa disebut puisi atau bukan hehe
Ini cuplikannya

Kepadamu, Dengan Penuh Kegaguman

 

DIA, Sosok yang begitu Aku kagumi
Darinya lah sedikit banyak Aku belajar tentang nilai-nilai kehidupan
Aku menjadi semakin lebih bisa mensyukuri apapun yang terjadi dalam hidupku
Tahukah kamu? Meskipun Dia sedikit ‘berbeda’ tetapi Dia tetaplah Dia..
Seorang gadis, gadis kecil kesayangan dan kebanggan orang tuanya yang kini telah dewasa..
Aku tidak tahu mengapa Hujan tak kunjung berhenti dan menggantinya dengan pelangi..
Tetapi percayalah, setelah Hujan turun pasti akan ada Pelangi..
Yakinilah! Bahwa ada secerca cahaya Matahari yang hangat dalam mendung yang tengah menyelimutimu..
Bersabarlah! Allah pasti senantiasa selalu bersamamu..
Jangan menyerah, tetaplah menjadi Pelangi dan berikanlah warna-warni keceriaanmu untuk orang-orang disekitarmu..
Tersenyumlah, tunjukan bahwa kamu lebih kuat daripada masalahmu….
With Love and miaw,
Your Best Friend Forever
Mita Oktavia



 Gimana tertarik untuk berkenalan dengannya? Silahkan buktikan sendiri hihi~


Akhir kata , saya ucapkan terima kasih 
salam miaaaaaaaaw~

Rabu, 18 April 2012

Spiza dan Novembernya


Created by Mita Oktavia

Menerawang jauh keluar jendela kamarku, wow! Hujan pertama di awal November, Bergegas ku bangun dari tempat tidurku menyambut hari ini dengan penuh suka cita. Dengan langkah pasti kulangkahkan kakiku menuju ke luar rumah. Begitu indahnya hujan pertama diawal November ini pikirku. Menari dan terus menari.. Menari bersama rintiknya hujan, dan Aku yakin inilah kebahagian yang sesungguhnya. Hujan seperti menyatu denganku, menyentuh lembut kulit coklatku, membelai halus rambut hitamku, memberikan keceriaan untukku, mungkin kau berpikir aku sudah gila karena begitu mengagungkan Hujan, mungkin saja benar! Aku sudah GILA, tetapi memang inilah caraku untuk bersyukur menikmati setiap jengkal nikmat yang telah Tuhan berikan kepadaku. Entah, esok atau lusa masihkah Aku dapat merasakan ini semua? Memang, benar sekali! Tidak ada yang akan pernah tahu kapan kesempatanmu didunia ini akan  berakhir. Tetapi yang jelas Aku hanya ingin terus dan terus menikmati setiap hembusan nafas yang Tuhan berikan, mensyukuri setiap detak demi detak jantungku, Aku BAHAGIA ya Tuhan.. Aku sangat bahagia.. Aku gadis 17 tahun yang sangat beruntung.. Tuhan tolong, tetaplah pegang tanganku! jangan pernah lepaskan genggaman-Mu.. Bersama-Mu Aku yakin, mampu lalui semua ini..


                                                             (Gambar ilustrasi cerita)

I WAS WRONG


Created by Deta Nur Fauziah

Sudah sepekan Reyno mengacuhkanku. Aku tak pernah tahu, apa yang sebenarnya terjadi. Laki-laki yang aku pacari empat bulan yang lalu tiba-tiba saja berubah menjadi lebih dingin dari biasanya.

Reyno adalah seorang kenalan yang baik yang usianya dua tahun di atasku. Kami berkenalan di kampus tempatku juga Reyno menuntut ilmu. Sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. saat itu aku sedang mengikuti ospek jurusan, kebetulan Reyno adalah seniorku, kami belajar di kampus, fakultas serta jurusan yang sama.

Seminggu setelah ospek itu, kami memutuskan untuk berpacaran. Sungguh Reyno adalah tipe laki-laki idaman semua wanita. Teman-temanku pun heran saat mengetahui bahwa aku berpacaran dengan idola para wanita di kampusku. Kebaikan dan kelembutan hati Reyno lah yang membuat aku jatuh hati kepadanya.

Namun kali ini lain, Reyno telah berubah dan aku mulai jenuh. Dalam kejenuhan inilah aku mulai memikirkan hal-hal yang aneh. Aku rasa Reyno mempunyai wanita idaman lain tapi sepengetahuanku, dia juga tipe laki-laki yang setia dan tidak mungkin berselingkuh. Lalu apa yang menjadi persoalan?

"Gue harus cari cara agar Reyno perhatian lagi kayak dulu"

Aku mencoba menarik perhatian Reyno dengan menempelkan perban di daerah keningku. Namun sayang, setiap kali aku mengatakan sakit kepala kepada Reyno, dia hanya menyuruhku check up ke dokter. Aku benci, benci sekali pada perubahan sikap Reyno yang telah lebih dari seperapat tahun menjadi pacarku itu.

yang aku inginkan adalah perhatian, seperti ketika mula-mula kami berpacaran dulu. Sementara Reyno tidak menyadarinya.
Begitulah, pada hari lain, aku berpura-pura demam tinggi dan tidak memberinya kabar namun tetap tak ada respon. Mencoba mengajaknya ke restoran, putar-putar keliling kota, masuk supermarket dan lain-lain namun entahlah sepertinya Reyno sudah tak mencintaiku lagi.

Aku ingin mengubah sifat dia yang menyebalkan itu. Mauku, kalau memang dia kesal padaku, mengamuklah. Lepaskan semua ganjalan itu, dan selesai. Lebih baik dari pada harus ku hadapi wajah dinginnya sepanjang hariku bersamanya. Bagiku, sikap pacarku ini tidak meledak, kurang tegas dan sekaligus kurang jantan. Sementara aku adalah seorang wanita feminim dan cenderung lebih membutuhkan seorang lelaki maskulin sebagai pendampingku.

"Rey, lo kenapa sih jutekin gue terus?" Reyno bukannya menjawab pertanyaanku, ia malah mengalihkan pembicaraan.
"Sisi, sorry gue ada janji sama nyokap, gue duluan deh"

Reyno sungguh menyebalkan! Dengan segera aku berlari mengejar Reyno yang sedang berjalan menuju parkiran yang berjarak hampir lima puluh langkah dari tempatku.
"Reyno tunggu!" Aku pun berteriak sekeras mungkin.
Aku kira, kali ini pun aku akan dihadiahi dengan wajah dingin selama beberapa menit. Tapi tidak. Dengan wajah merah dia menyeretku ke halaman parkiran. Sungguh tidak kuduga ternyata dia bisa bertindak maskulin juga. Tapi hal ini malah membuatku malu. Reyno menyeretku dengan paksa seakan-akan aku pembantu rumah tangga yang sedang disiksa oleh majikannya. Orang-orang disekitar parkiran otomatis memperhatikan kami berdua. Oh Tuhan, matilah aku! Namun ini belum seberapa, tiba-tiba aku dibuat tercengang oleh tingkah laku Reyno, dia menendang tong sampah berkali-kali. Dicengkramnya lenganku keras-keras, sampai aku menangis kesakitan.
"Kalo elo masih berhubungan terus dengan mantan lo yang bangsat itu, gue bunuh lo!" bentak Reyno seraya mengacung-ngacungkan jari telunjuknya tepat didepan mataku.
Ya Tuhan, jadi selama ini Reyno tahu kalo aku masih sering bertemu dengan Yudha mantanku sewaktu SMA.
Reyno melepaskan cengkramannya dari tanganku kemudian berjalan menuju tempat dimana motornya diparkir, menstarternya kemudian pergi begitu saja. Aku hanya bisa menangis ditempatku berdiri sekarang. Tak peduli orang berlalu-lalang memperhatikanku, bahkan sebagian dari mereka mentertawakanku. Selama ini akulah yang ternyata salah. Reyno cemburu, ya memang benar Reyno cemburu pada Yudha.

Ini berawal ketika saat itu aku merasakan lagi getaran-getaran indah ketika Yudha menelponku dan mengajakku makan malam. Aku trima ajakan dia tanpa sama sekali memikirkan Reyno. Bahkan saat itu aku mulai mempunyai pikiran untuk melepaskan diri dari Reyno dan kembali merajut kasih dengan Yudha.

Kedatangan orang ketiga di antara aku dan Reyno cepat mengubah keadaan. Aku mulai main kucing-kucingan, dengan membuat jadwal-jadwal rahasia dengan Yudha. Dan tepat hari ini Reyno mengetahui pengkhianatanku. Bahkan bukan hari ini, dia telah mengetahuinya sejak lama namun aku tak mengerti, mengapa dia bisa sabar mendampingiku dan baru meledakannya hari ini. Ternyata, sikap acuh tak acuhnya Reyno bukan tanpa alasan. Aku merasa sangat bersalah. Aku sadar aku yang salah. Aku tak mau menyia-nyiakan lelaki sebaik Reyno. Maafkan aku!

AKHIR PENANTIAN ELARA

Minggu, 20 November 2011

Created by Deta Nur Fauziah

"Kau dan aku bagai hujan dan teduh. Ditakdirkan bertemu, tapi enggan tuk bersama" (Hujan dan Teduh)


"Semoga Tuhan mendengar pintaku malam ini."
Aku mengakhiri doaku dengan mengucap satu kalimat sederhana penuh harapan yang kerapkali aku ucapkan ketika menutup doaku.

Malam ini tepat pukul 23.00 aku kembali meneteskan air mata. Aku mengambil sebuah pena biru dimeja yang terletak tepat didepan tempat tidurku. aku terdiam sesaat kemudian bola mata hitamku aktif bergerak berputar mencari buku harianku. Akupun meraih buku itu. aku buka halaman pertama, ingatanku seakan-akan diajak bermain kedalam peristiwa silam 3tahun yang lalu. Di buku harianku tertulis ~Desember, 2nd 2008, Ahaha senangnya! I'm the luckiest person in the world. Gue gak peduli apapun lagi! Elara dan Andrastea satu!~
Hari itu adalah hari yang paling membahagiakan untukku, dimana aku telah menemukan seseorang yang mencintaiku.

Tak terasa air mata telah menggenang dipelupuk mataku. Aku membuka halaman kedua buku harianku, isinya tak jauh berbeda dengan halaman pertama. Aku menuliskan bagaimana perasaan bahagiaku saat melewati hari-hari penuh kejutan, didampingi oleh lelaki pujaan hatiku.
Aku tak kuasa menahan tangis saat aku meneruskan membuka lembar ke-tiga, ke-empat, ke-lima dan membacanya. Dengan spontan, aku melempar buku harianku.
"Kamu jahat Andras! sangat jahat!"
Tangisku pun meledak. Aku menghempaskan tubuku ke tempat tidur, berusaha keras menutup kelopak mataku dan melupakan segala yang pernah ada. Sesekali aku mengeluarkan isakan. Ya! Isakan parauku karena pilu. Namun, aku tetap terjaga dalam bayangan masa laluku.

tiga tahun yang lalu, secara dikejutkan aku mendengar kabar bahwa Andras akan meneruskan study S2 nya di luar negeri.
"El, dengan permohonan maaf yang sangat dalam, aku ingin mengatakan bahwa aku memang akan melanjutkan study S2-ku ke Jepang. Ini karena tuntutan banyak pihak. Orang tuaku menginginkan aku mengikuti jejak mas Dione, ditambah lagi beasiswa yang aku dapatkan, aku tak mungkin menyia-nyiakan kesempatan ini"
Aku tersenyum lalu menggapai tangan Andras dan menggenggamnya.
"Aku janji, aku akan menunggu. Kita bisa pending rencana pernikahan kita"
Pada saat itu, aku lihat Andras menghela nafas, keringatnya bercucuran, ia menghentakkan tanganku yang ketika itu masih menggenggam tangannya. Aku tersentak kaget.

"Aku tak ingin membuatmu menunggu. Menikahlah dengan pria lain yang pantas mendampingimu. Bukankah kau sangat ingin menikah pada tahun ini?" Andras menanggapi ucapanku. Seketika, air mataku jatuh membasahi pipiku. Bagaimana bisa seorang Andras, Andrastea Jupiter menyuruhku untuk menikah dengan laki-laki lain, sementara ia sendiri sangat mengetahui bahwa satu-satunya laki-laki yang aku cintai hanyalah dirinya.

"El, aku mohon janganlah kau menghalangi niatku untuk belajar di Jepang"
Aku menimpal ucapannya dengan segera,
"Aku tak akan menghalangi niatmu. Justru aku sangat mendukung. Namun, jangan pernah menyuruhku untuk menikah dengan laki-laki lain, karena aku hanya ingin mengarungi bahtera rumah tangga denganmu. Aku jelas akan menunggumu!"

Setelah kejadian itu, aku tak pernah tahu kabar Andras, namun bertahun-tahun aku tetap setia dalam penantianku dan tak pernah lupa bermunajat memohon kepada Tuhan agar penantianku tidaklah sia-sia. Aku tidak pernah menyerah apalagi putus asa menunggu Andras kembali. Sampai pada akhirnya terungkap sudah kesaksian harapku. Dua minggu yang lalu, aku mendapat kabar bahwa Andras akan segera menikah dengan wanita berkebangsaan Indonesia yang sudah empat tahun menetap di Jepang dan bekerja sebagai manager keuangan perusahaan motor di Tokyo.

Ini kenyataan yang paling berat yang harus aku hadapi. Ini luka terpedih yang aku rasakan.
Bertahun-tahun aku menunggu dengan kesabaran luar biasa berharap mimpi-mimpiku akan terlaksana, alhasil laki-laki yang aku tunggu ternyata telah berkhianat. Selama bertahun-tahun pula, Andras telah membohongiku. Ia telah merajut kasih dengan wanita lain. Hidupku seakan tidak ada artinya lagi. Hatiku berusaha tetap tegar meski jiwa telah runtuh.
"Andras jahat! Andrastea Jupiter jahat!" aku melontarkan kalimat itu lagi sebelum aku terlelap.
"Andrastea dan Elara, dua satelit berbeda tetapi bisa bersatu di sebuah planet yaitu Jupiter. Namun lain halnya di bumi, Andrastea dan Elara, dua insan yang berbeda dan tetap tak akan pernah menjadi sama bahkan bersama walaupun berada di planet yang sama! ya takdir Tuhan memang tak dapat ditolak. Aku dan kamu bagai bumi dan langit serta hujan dan teduh yang tak pernah mungkin kan bersatu. Aku ingin bahagia walau tanpa kamu" aku menghela nafas sejenak "semoga Tuhan mendengar pintaku malam ini"